Entri Populer

04 Januari, 2016

Konsep Dasar Penganggaran (Budgeting)


Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan dating. Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka angaran sering kali disebut juga dengan rencana keuangan. Dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan. Secara lebih substansial, penganggaran merupakan komitmen resmi manajemen yang terkait dengan harapan manajemen tentang pendapatan, biaya dan beragam transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan dating.

Kegunaan Anggaran
Manfaat penyusunan anggaran adalah :
1.            Adanya perencanaan terpadu
2.            Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan
3.            Sebagai alat pengkoordinasian kerja
4.            Sebagai alat pengawasan kerja
5.            Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan

Untuk mengoptimalkan kegunaan anggaraan, penyusunan anggaran perlu memperhatikan beberapa syarat :
  • Realistis, artinya tidak terlalu optimis dan optimis
  • Luwes, artinya tidak terlalu kaku, dan mempunyai peluang untuk disesuaikan dengan keadaan yang mungkin berubah. Untuk itu pihak manajemen perlu mengamati perubahan lingkungan yang terus menerus terjadi agar dapat melakukan penyesuaian bilamana diperlukan
  • Koninyu, artinya membutuhkan perhatian terus menerus dan tidak merupakan suatu usaha yang insidentil
 Tujuan Penyusunan Anggaran
  1. Untuk menyatakan harapan.sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bias menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
  2. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung dan dilaksanakan
  3. Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidak pastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
  4. Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya.
  5. Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan  informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.
Hubungan Anggaran dengan Manajemen
Anggaran merupakan pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja serta alat pengawasan kerja. Dengan memahami dan membiasakan diri melakukan penganggaran, perusahaan akan lebih mampu dalam memprediksi perubahan yang akan terjadi dan dampaknya bagi perusahaan, serta mempersiapkan sedini mungkin segala perangkat yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan. Dengan penganggaran, tidak hanya perencanaan kegiatan yang dapat dilakukan, tetapi juga koordinasi dan pengendaliannya. Ketiga fungsi manajemen (perencanaan, koordinasi dan pengendalian) secara sekaligus tercermin dalam proses penganggaran.

Jenis-jenis Anggaran
Berdasarkan ruang lingkup/intensitas penyusunanya, anggaran dibedakan menjadi :
  • Anggaran parsial
  • Anggaran komprehensif
 Berdasarkan fleksibilitasnya, anggaran dibedakan menjadi :
  • Anggaran tetap (fixed budget)
  • Anggaran kontinyu (continous budget)
 Berdasarkan periode waktu, anggaran dibedakan menjadi :
  • Anggaran jangka pendek (1 tahun)
  • Anggaran jangka panjang (lebih dari 1 tahun)

2 komentar: