Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label General Knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label General Knowledge. Tampilkan semua postingan

25 Januari, 2016

The Fourth Industrial Revolution

The report argues that the world is on the cusp of a “Fourth Industrial Revolution.”
The first revolution was spurred by the use of water and steam to power machinery, and the second replaced water and steam-powered machines with electrical power.
The third is the information technology revolution and the current revolution is described as an extension of the third, using a combination of hardware, robotics, and massive computing power to expand information technology beyond just software.
There’s great reason for Silicon Valley’s optimism in a future techno-utopia, these technologies have the potential to make enormous advances in productivity and solve challenging and previously intractable problems in every industry from healthcare to transportation.
Even if we take the surveys estimation of 5.1M lost jobs by 2020 with a grain of salt and trust that job growth can keep pace with job declines (albeit in different industries), it’s unequivocally clear at this point that the shift in employable skills will be a challenge for those on the losing end of that exchange.
This is a problem that we can prepare for though, and the WFE is rightfully ringing the alarm bell for employers and governments to prepare the global labor force for a sudden shift that could leave many workers at risk of losing their jobs. The WFE report writes:
“During previous industrial revolutions, it often took decades to build the training systems and labour market institutions needed to develop major new skill sets on a large scale. Given the upcoming pace and scale of disruption brought about by the Fourth Industrial Revolution, however, this is simply not be an option. Without targeted action today to manage the near-term transition and build a workforce with futureproof skills, governments will have to cope with ever-growing unemployment and inequality, and businesses with a shrinking consumer base. Moreover, these efforts are necessary not just to mitigate the risks of the profound shifts underway but also to capitalize on the opportunities presented by the Fourth Industrial Revolution. The talent to manage, shape and lead the changes underway will be in short supply unless we take action today to develop it.”

source:  http://techcrunch.com/2016/01/21/the-world-economic-forum-on-the-future-of-jobs/#.ti1srtz:G1cN

07 Januari, 2016

7 Jurusan Kuliah Dengan Lapangan Kerja Paling Luas

Saat akan masuk ke universitas tentunya Anda biasanya dihantui pertanyaan, apakah jurusan yang Anda pilih akan memudahkan Anda mendapatkan pekerjaan? Atau Anda akan menghadapi banyak saingan karena jurusan yang Anda pilih cuma punya sedikit kesempatan kerja?
Daripada galau dan khawatir, silakan cek tujuh jurusan kuliah dengan lapangan kerja paling luas berikut ini. Beberapa diantaranya merupakan hasil survei yang dilakukan Higher Education Statistics Agency (HESA) di Inggris yang dikutip oleh Telegraph.
 7 Jurusan Kuliah Dengan Lapangan Kerja Paling Luas
1. Jurusan Pendidikan
Salah satu jurusan yang punya kesempatan tinggi dalam mendapatkan pekerjaan adalah jurusan pendidikan. Minimnya tenaga pengajar di negara kita menjadi faktor penting kenapa jurusan ini membuka lapangan kerja yang lumayan luas, terutama bila Anda memiliki bakat terpendam sebagai pendidik.
Menjadi guru memang salah satu pekerjaan yang terhormat di Indonesia. Selain itu kondisi kesejahteraan guru diprediksikan semakin meningkat dengan berbagai tunjangan dan kemudahan lainnya.

2. Jurusan Pertanian
Indonesia yang merupakan negara agraris seharusnya menjadi lumbung pangan dunia. Namun sayangnya yang tertarik untuk berkonsentrasi di bidang ini tidak banyak karena dianggap kurang elite dibanding jurusan kuliah lainnya. Padahal, jurusan ini membuka lapangan kerja yang cukup luas.
Lulusan jurusan pertanian bisa langsung diterima menjadi penyuluh pertanian, peneliti pertanian, pendidik pertanian, ahli tanaman, ahli budidaya, dan lain-lain.

3. Jurusan Teknik Informatika
Di era teknologi internet seperti sekarang ini, jurusan teknik informatika menjadi idola banyak orang karena dianggap lulusannya paling mudah mencari pekerjaan. Meskipun persaingan untuk bisa menembus fakultas informatika juga tidak mudah, namun lulusannya akan mendapatkan pekerjaan yang bergengsi dan bergaji tinggi.
Lulusan jurusan informatika kini banyak dicari bukan hanya untuk perusahaan start-up, tetapi juga untuk perusahaan terkemuka, dan badan rahasia negara!

4. Jurusan Hukum?
Masalah hukum yang tak akan pernah ada habisnya membuat jurusan ini banyak diminati. Selain terkesan keren dan berkelas, lulusan jurusan hukum juga memiliki banyak kesempatan bekerja di berbagai bidang. Kelebihan lainnya? Gajinya juga lumayan tinggi.
Lulusan jurusan hukum bisa berkarir menjadi pengacara, polisi, notaris, militer, bahkan juga pegawai negeri sipil (PNS).

5. Jurusan Akuntansi
Bidang akutansi atau pada zaman dahulu disebut tata buku, adalah jurusan yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan pencatatan keuangan. Menariknya, jasa lulusan jurusan akutansi ini banyak dibutuhkan oleh semua bidang usaha karena semua perusahaan pasti membutuhkan jasa pencatatan keuangan. Karena pentingnya, lulusan jurusan ini tidak akan lama-lama menganggur.

6. Jurusan Kedokteran
Benar. Jurusan ini juga membuka kesempatan kerja yang sangat luas untuk lulusannya. Memang sih untuk menjadi dokter tidaklah mudah karena Anda harus bersekolah lama dengan biaya yang cukup besar, namun it’s worth it. Saat lulus, Anda akan kebingungan dengan tawaran kerja yang bejibun.

7. Jurusan Bahasa

Anda salah jika menyepelekan jurusan yang satu ini karena lapangan kerja untuk lulusannya cukup luas membentang. Hal ini lebih lagi jika Anda berkonsentrasi pada jenis bahasa yang lagi booming di dunia perbisnisan, seperti bahasa Korea, Jepang dan Cina, atau bahasa yang jarang diketahui orang seperti bahasa Rusia, Arab, dan lain-lain.
Banyak perusahaan multinasional atau lembaga internasional yang mencari orang-orang ahli bahasa untuk bekerja dengan mereka. Bahkan terkadang gajinya lebih besar dari bidang lainnya.

sumber: Qerja

06 September, 2012

LCD Proyektor


Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, dsb. Proyektor jenis ini merupakan jenis yang lebih modern dan merupakan teknologi yang dikembangkan dari jenis sebelumnya dengan fungsi sama yaitu Overhead Projector (OHP) karena pada OHP datanya masih berupa tulisan pada kertas bening.

Proyektor LCD biasanya digunakan untuk menampilkan gambar pada presentasi atau perkuliahan, tapi juga bisa digunakan sebagai aplikasi home theater. Untuk menampilkan gambar, proyektor LCD mengirim cahaya dari lampu halide logam yang diteruskan ke dalam prisma yang mana cahaya akan tersebar pada tiga panel polysilikon, yaitu komponen warna merah, hijau dan biru pada sinyal video. Proyektor LCD berisi panel cermin yang terpisah satu sama lain. Masing-masing panel terdiri dari dua pelat cermin yang di antara keduanya terdapat liquid crystal. Ketika terdapat perintah atau instruksi, kristal akan membuka untuk membolehkan cahaya lewat atau menutup untuk mem-block cahaya tersebut Membuka dan menutupnya pixel ini yang bisa membentuk gambar. Lampu yang digunakan pada proyektor LCD adalah lampu halide logam karena menghasilkan suhu warna yang ideal dan spektrum warna yang luas. Lampu ini juga memiliki kemampuan untuk memproduksi cahaya dalam juga sangat besar dalam area kecil dengan arus proyektor sekitar 2.000-15.000 ANSI lumens.

Indonesia termasuk salah satu negara tujuan pasar proyektor LCD ini. Berbagai perusahaan proyektor LCD memasarkan produk mereka seperti Sony dan Sanyo. Produk proyektor LCD yang mereka tawarkan beragam mulai dari yang hemat energi sampai model terbaru yang lebih kecil dan ringan.
LCD Proyektor dapat bekerja dengan dilengkapi peralatan tambahan yaitu :
  1. Kabel data.  Digunakan untuk menghubungkan antara LCD Proyektor dengan komputer. Dua jenis kabel data yang sering digunakan dalam LCD Proyektor yaitu : USB (Universal Serial Bus) atau Parallel.
  2. Power Supply.  Menghubungkan LCD Proyektor dengan sumber listrik. Terdiri dari adaptor dan kabel penghubung tegangan ke LCD Proyektor
Berikut beberapa istilah teknis dalam LCD Proyektor :
  • ANSI Lumens
  • Resolutions
  • Digital Light Processing (DLP)
  • Liquid Crystal Display (LCD)
  • Liquid Crystal on Silicon (LCOS)
  • Aspect Ratio
  • Contrast Ratio
  • Lens shift
  • Keystone
 
Tingkatan Resolusi layar dalam LCD Proyektor :
VGA (Video Graphics Array ) : 640 x 480 pixel
SVGA (Super VGA) : 800 x 600 pixel
XGA (Extended Graphics Array) : 1024 x 768 pixel
SXGA (Super XGA) : 1280 x 1024 pixel
WXGA (Wide XGA) : 1366 x 768 pixel
UXGA (Ultra XGA) : 1600 x 1200 pixel
WUXGA (Wide Ultra XGA) : 1920 x 1200 pixel

(sumber:  http://www.tritamamandiri.com/tentang-lcd-proyektor)