Entri Populer

05 September, 2012

Hubungan Disiplin Teknik Industri dengan Disiplin Ilmu Lain


Disiplin Teknik Industri tidak dapat dipisahkan dengan disiplin ilmu lain. Konsep teknik industri yang bertujuan mendapatkan efisiensi kerja dalam segala bidang pekerjaan telah nyata membutuhkan bantuan disiplin ilmu lain. Sebaliknya, aplikasi disiplin teknik industri itu sendiri meluas ke sagala bidang kehidupan tidak hanya diaplikasikan khusus pada industri saja, melainkan semua operasi yang ada pada pemerintahan, perdagangan, jasa pelayanan, dan juga kemiliteran.
Teknik mesin merupakan disiplin ilmu yang menjadi embrio berdirinya Teknik Industri yang terkait erat dengan ilmu lain seperti mekanika, psikologi, ilmu komputer, manajemen, statistik, riset operasional dan ilmu-ilmu sosial.
Hubungan disiplin Teknik Industri dengan disiplin Ilmu lain
Integrasi bidang ilmu yang terkait erat untuk perekayasaan sistem dikenal dengan bidang ilmu industrial and system engineering. Industrial and system engineering akan merancang sistem pada dua level, yaitu level pertama level sistem aktivitas manusia dan ditekankan pada tempat kerja fisik yang mana terjadi aktivitas manusia. Dan level kedua disebut sistem pengawasan manajemen dan ditekankan pada prosedur, perencanaan, pengukuran, pengawasan untuk semua aktivitas dalam organisasi.
       Disiplin teknik industri ditujukan untuk memecahkan masalah di sektor industri (semua organisasi usaha meliputi produksi barang / manufaktur maupun jasa) dan non-industri. Singkatnya pendekatan teknik industri tepat diterapkan untuk pengambilan keputusan dalam analisa manajemen dengan melihat suatu problem sebagai bagian dari sistem yang integral (konsep pendekaran sistem).

03 September, 2012

Mengapa Mempelajari Manajemen Operasional?

Kita mempelajari Manajemen Operasional (MO) karena empat alasan berikut:
  1. MO adalah satu dari tiga fungsi utama (Marketing, Finance, Operation) dari setiap organisasi dan berhubungan secara utuh dengan semua fungsi bisnis lainnya. Semua organisasi memasarkan/menjual, membiayai/mencatat rugi laba, dan memproduksi/mengoperasikan. Maka sangat penting untuk mengetahui bagaimana aktifitas MO berjalan.
  2. Kita mempelajari MO karena kita ingin mengetahui bagaimana barang dan jasa di produksi.
  3. Kita mempelajari MO untuk memahami apa yang dikerjakan oleh manajer operasi. Dengan memahami apa saja yang dilakukan oleh manajer ini, kita dapat membangun keahlian yang dibutuhkan untuk dapat menjadi seorang manajer seperti itu. Hal ini akan membantu kita untuk menjelajahi kesempatan kerja yang banyak dan menggiurkan di bidang MO
  4. Kita mempelajari MO karena bagian ini merupakan bagian yang paling banyak menghabiskan biaya dalam sebuah organisasi. sebagian besar pengeluaran perusahaan digunakan untuk fungsi MO. walaupun demikian, MO memberikan peluang untuk meningkatkan keuntungan dan pelayanan terhadap masyarakat.
Tabel berikut menunjukan laporan rugi laba sederhana dan 3 pilihan strategis bagi perusahaan. 
  1. Pilihan pertama adalah melalui pemasaran/marketing, dimana manajemen pemasaran yang baik dapat meningkatkan penjualan sebanyak 50%. dengan adanya peningkatan penjualan sebesar 50%, kontribusi akan meningkat menjadi 71%, tetapi peningkatan penjualan sebesar 50% akan sangat sulit dicapai.
  2. Pilihan kedua melalui keuangan/akuntansi, dimana biaya-biaya dikurangi hingga setengahnya melalui manajemen keuangan yang baik. akan tetapi, pengurangan tersebut tetap tidak cukup untuk menghasilkan peningkatan kontribusi yang dibutuhkan. Kontribusinya hanya meningkat 21%.
  3. Pilihan ketiga adalah melalui MO, dimana manajemen mengurangi biaya produksi sebesar 20% yang memberikan peningkatan kontribusi sebesar $12.000 atau hingga 114%.
(sumber:Heizer Render,Operation management)





Pilihan untuk meningkatkan kontribusi dari masing-masing fungsi utama organisasi 

30 Agustus, 2012

Sejarah Perkembangan Manajemen Operasional



Pada dasarnya Manajemen Produksi dan Operasi sudah lama terdapat, yaitu setelah manusia menghasilkan barang dan jasa. Walau pun sudah lama terdapat, tetapi kenyataannya baru mulai diperhatikan dan dipelajari sekitar dua abad yang lalu.

Usaha-usaha produktif telah dimulai sejak peradaban manusia mulai dikenal. Pada masa-masa itu, sektor produksi masih bersifat kerajinan tangan (handicraft era) sampai pada masa revolusi industri pada tahun 1800-an. Beberapa kejadian penting pada masa tersebut adalah sebagai berikut.
  1. 1769, penemuan mesin uap oleh James Watt.
  2. Perang revolusi (1776) dan lahirnya konstitusi AS (1789) yang mendorong perdagangan dan investasi modal dengan memberikan perlindungan terhadap hak kepemilikan pribadi.
  3. Adam Smith (1776) mencetuskan apa yang disebutnya dengan istilah "division of labor", termasuk juga program pengembangan ketrampilan pekerja, penghematan waktu, dan penggunaan mesin-mesin yang single-purpose.
Setelah ini, konsep spesialisasi dan pembagian kerja mulai diterapkan dalam perusahaan. Pada tahap perkembangan selanjutnya, konsep ini dilengkapi oleh Charles Babbage dengan metode analisis kerja secara ekonomis dan pemberian kompensasi yang didasarkan oleh prestasi kerja.

Tahun 1800-an, ketika terjadi perang sipil (utara-selatan) di Amerika Serikat --masa pemerintahan presiden Abraham Lincoln-- terjadi perubahan besar-besaran di sektor industri, antara lain. Pengakuan perusahaan sebagai persons under the law dan diluncurkannya Undang-Undang Anti-trust untuk mengantisipasi kemungkinan kolusi di antara perusahaan-perusahaan besar sehingga tidak menjadi semacam praktek monopolistic enterprises.

Tahun 1900-an, Penemuan lampu listrik  oleh Thomas Alfa Edison, menjadi pemicu semakin membanjirnya suplai listrik bagi industri-industri di AS.Pada waktu itu, F.W. Taylor bekerja di perusahaan industri baja dan secara kebetulan menduduki jabatan yang memungkinkan untuk melakukan eksperimen atas beberapa gagasan. Taylor, menemukan berbagai macam ketidak-efisienan yang terjadi di perusahaan. Gagasan atas eksperimen yang dilakukannya didasarkan pada filosofi bahwa "pendekatan manajemen secara ilmiah dapat meningkat-kan efisiensi tenaga kerja". Berkaitan dengan filsafat ini, langkah-langkah efisiensi yang direkomendasikannya adalah sebagai berikut.
  1. Mengumpulkan data dari masing-masing elemen kerja dan kemudian mengembangkan suatu prosedur kerja standar yang harus diikuti oleh pekerja.
  2. Melakukan pemilihan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan pekerja secara ilmiah.
  3. Meningkatkan kerja sama antara manajemen dengan pekerja.
  4. Membagi secara jelas batas pekerjaan antara manajemen dan pekerja.
Gagasan-gagasan yang dikembangkan oleh taylor ini membuat ia mendapat gelar sebagai "father of scientific management", dan zaman ini biasanya dikenal dengan istilah era manajemen ilmiah. 

Gagasan-gagasan Taylor membuat perusahaan menjadi semakin berorientasi pada produksi dan berakibat pada terjadinya over-production. Kondisi ini memaksa sektor industri "back to the basic", yaitu mencari keseimbangan kembali antara produksi dan pemasaran misalnya. Keseimbangan ini kemudian dilakukan dengan apa yang disebut dengan operation research yaitu tekhnik-tekhnik kuantitatif yang secara sistematis (nelalui metode matematis dan/atau statistik) untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul.

Perkembangan dunia usaha membuat masalah-masalah yang timbul semakin complicated. Kerumitan ini mengakibatkan tekhnik-tekhnik riset operasi --yang semula hanya dilakukan secara manual-- harus dioperasikan dengan menggunakan peralatan pendukung. Pada masa inilah, komputer sebagai data-base dan alat analisis mulai diperkenalkan.

 Historical event in Operations Management
Era
Events/Concepts
Dates
Originator
Industrial Revolution
Steam engine
Division of labor
Interchangeable parts
1769
1776
1790
James Watt
Adam Smith
Eli Whitney
Scientific Management
Principle of scientific management
Time and motion study
Activity scheduling chart
Moving assembly line
1911
1911
1912
1913
F.W. Taylor
Gilbreth
Henry Gantt
Henry Ford
Human Relations
Hawthorne studies
Motivation theories
1930
1940s,
1950s,
1960s,
Elton Mayo
Abraham Maslow
Frederick Herzberg
Douglas McGregor
Management Science
Linear programming
Digital computer
Simulation, waiting line theory, decision theory, PERT/CPM,
MRP
1947
1951
1950s,
1960s,
George Dantzig
Remington Rand
Operations research group
Joseph Orlicky, IBM
Quality Revolution
Just-in-time
Total quality management
Business process reengineering
1970s,
1980s,
1990s,
Taiichi Ohno
W.E. Deming, Joseph Juran
Michael Hammer, James Champy
Information Age
Electronic data interchangeable
Computer-integrated manufacturing, PCs Internet,
World Wide Web
1970s,
1980s,
1990s,
Numerous individuals and companies

Time Berners-Lee
Globalization
Worldwide markets and operations
Supply chain management
e-Commerce
1990s,
Numerous individuals and companies